3 TREND GAYA HIJAB SESUAI MOMENT

3 TREND GAYA HIJAB SESUAI ACARA MULAI DARI PARTY SAMPAI ACARA CASUAL

Busana muslimah dan hijab segi empat teranyar tidak bisa terlepas dari peraturan agama, tetapi kita pun harus menyimak penampilan. Rasanya tidak mungkin bila  untuk semua moment acara kita mengenakan gaya berbusana dan gaya hijab yang sama. Misalnya saat mau ke pesta, saat lebaran, saat ke pernikanan ,lebaran atau saat mau hangout bersama teman, kita mesti membedakan teknik berbusana dan berhijab.

Tips Berbusana dan Berhijab secara Syar’i

Berhijab adalah cara menjaga aurat yang menjadi kewajiban untuk setiap umat muslim wanita. Adab berpakaian untuk perempuan mewajibkan kita untuk menutupi semua bagian tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Hijab yang dikenakan pun harus melindungi bagian dada agar lekuk tubuh tidak begitu kelihatan. Meskipun berpenampilan syar’i, tapi anda masih dapat bergaya dengan pemilihan item fashion yang tepat, misalnya dengan menghias dengan bross, atau hijab clip.

Berikut tips bergaya dengan busana dan hijab syar’i:

  • Gaya ke pesta

Pesta menjadi acara di mana anda harus terlihat unik dan dapat menarik perhatian dari semua tamu yang hadir. Oleh sebab itu, anda harus mempersiapkan penampilan sebaik mungkin. Gaya hijab dalam pesta bukan berarti mesti mengabaikan peraturan berpakaian syar’i. Kita masih dapat tampil unik dengan fashion muslimah ini. Pilihlah busana yang mempunyai aksen mewah, berhias bebatuan, mutiara, manik atau lainnya yang berkilau.

Bahan gamis dan hijab pun menjadi penentu apakah penampilan anda terlihat mewah atau tidak. Anda bisa memilih kain sutra, satin atau shiffon. Bahan ini dapat memberikan kesan mewah dan anggun pada penampilan kita. Jangan lupa memilih gaya hijab yang cocok dengan gaya busana kita. Gaya simple bisa menjadi opsi yang tepat guna tetap berada dalam syari’at dan tampil lebih elegan. Sempurnakan penampilan dengan aksesoris hijab,misalnya saja dengan bros atau klip hijab yang berkilauan.

  • Gaya saat moment lebaran

Hari Idul fitri adalah hari kemenangan untuk seluruh umat muslim di dunia. Kita mesti tampil istimewa di hari yang suci tersebut. Tidak butuh pakaian baru atau mewah karena malah kesederhanaan menjadi opsi yang tepat. Banyak busana syar’i yang kemudian ditawarkan di pasaran saat menjelang hari raya lebaran. Sebagian besar warna busana yang dijual ialah warna putih dan hitam, meskipun tidak sedikit juga busana berwarna lainnya.

Anda cukup memilih warna apa yang disukai, tapi guna menguatkan suasana estetis di bulan suci, maka usahakan memilih busana berwarna putih. Tidak perlu khawatir untuk berpenampilan full putih. Justru penampilan ini akan menjadikan Anda tampak lebih bersinar. Namun, tidak akan lebih nampak anggun jika ada aksen eksklusif yang menjadi perhatian,misalnya saja dengan bordir, manik, pemakaian clip hijab dari Turki atau ciput berwarna.

  • Gaya casual

Hijab syar’i identik dengan ukuranya yang lumayan besar sampai menutup unsur dadanya. Hal berikut yang terkadang menyebabkan para hijaber bingung guna memilih item fashion yang sesuai untuk acara santai. Gaya casual sebenarnya dapat didapatkan dengan perpaduan antara fashion berwarna terang atau lembut. Pilihlah gamis polos tanpa motif yang selanjutnya dipadukan dengan cardigan atau long vest yang berwarna netral juga, misalnya abu-abu.

Pemilihan gamis dan outer yang polos, maka Anda perlu menambahkan sedikit aksen di hijab dengan memilih hijab yang bermotif. Tidak perlu terlampau ramai tapi lumayan untuk menjadikan penampilan kita lebih menarik.

Pilihlah gaya hijab dengan warna lembut juga supaya tampilan manis dan kesan feminim tampak kuat. Tidak butuh memilih gaya hijab yang ribet, kenakan saja hijab yang bergaya rileks dan simple. Di samping itu, Anda bisa memilih sepatu sneakers guna memperkuat gaya casual pada penampilan Anda. Demikian tips berbusana dan berhijab dengan ciput rajut anti pusing secara syar’i.

Tren Model Hijab dan Busana Muslim Modern

Tren Model Hijab dan Busana Muslim Modern

=======================model hijab========================

Perkembangan zaman yang semakin pesat, semuanya serba serbi modern. Dari teknologi, bidang kesehatan, transportasi sampai ke fashion yang perkembangannya sangat pesat saat ini. Dalam dunia fashion yang di dalamnya tekait dengan gaya hidup muslimah, model pakaian dan model hijab yang melangkapinya. Trend busana muslim saat ini sangatlah beraneka ragam. Bagi wanita muslimah mengikuti perkembangan dunia fashion muslimah sepertinya sudah menjadi suatu kebutuhan.

Bahkan di dunia selebritis pun semakin hari banyak artis yang berhijrah dari fashion seksi ke fashion muslimah. Koleksi gamis syar’i dan berbagai ,model hijab semakin diminati. Perkembangan Fashion muslim tidak kalah, semakin hari selalu saja muncul model busana muslim yang bisa dinikmati oleh semua masyarakat muslim. Di samping model yang semakin berkembang, pertumbuhan mode dalam pemakaiannya juga semakin lama semakin tidak terbendung lagi, salah satunya ialah pemakaian model hijab.

Hijab ialah busana muslim terusan panjang yang menutupi semua badan kecuali wajah, tangan dan pun kaki, yang seringkali dipakai oleh perempuan muslim (muslimah). Penggunaan pakaian ini pasti saja berhubungan dengan tuntutan syariat yang diharuskan kepada semua perempuan muslim untuk menyembunyikan rapat2 auratnya. Di Indonesia sendiri, trend busana ini juga semakin berkembangan dengan  pesat. Banyak sekali anda jumpai pelbagai model hijab kini ini dari yang panjangnya sampai lutut, sedada atau bahkan hanya sampai leher dengan pelbagai warna dan motif yang lumayan menarik.

Polka Dress – Premium Cotton n Babydool Hight Quality

Biasanya pemakai dari jilbab yang hanya sampai leher ini tidak sedikit digunakan oleh remaja, mahasiswa bahkan ibu-ibu yang memang hendak tampil modis dan trendy, atau seringkali disebut dengan istilah hijab gaul.

Dari sisi religius, pemakaian hijab sendiri adalah merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Dan disebut pakaian muslimah sejatinya bukan semata mengikuti trend mode melainkan untuk menutup aurat. Yaitu pemakaian baju yang longgar / tidak ketat dan tidak transparan yang mengikuti ajaran syariat. Dalam firman Allah SWT berikut ini jelas sekali diperintahkan :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya : Hai Nabi, Katakanlah untuk isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke semua tubuh mereka”. Yang demikian itu agar mereka lebih gampang untuk dikenal, karena hal tersebut mereka tidak diganggu. dan Allah ialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. (Al-Ahzab : 59)

Pada ayat diatas telah jelas bahwa Allah SWT memerintahkan untuk kita kaum perempuan muslim supaya mengulurkan jilbab sampai ke semua tubuh. Jilbab di sini maksudnya ialah baju kerudung yang tidak ketat dan tidak menunjukkan lekuk tubuh seorang wanita guna menutupi aurat. Tujuannya ialah agar semua muslimah lebih gampang dikenal, karena hal tersebut mereka tidak diganggu. Namun kenyataannya, sekarang pemakaian jilbab tidak sedikit yang sudah melanggar aturan, demi dapat tampil gaul memakai hijab.

Hijab gaul disini ialah pemakaian model hijab yang sering digunakan kebanyakan muslimah ketika ini. Entah sebab mereka belum memahami aturan ini, atau mereka telah tahu namun tak mau melakukannya dengan alesan tampil modis. Hijab gaul ialah pemakaian model hijab yang dililit (tidak menutupi dada), dengan pakaian yang ketat yang masih mempertontonkan bentuk / lekuk tubuh, asal panjang sampai menutupi kaki. Sedangkan hijab syar’i ialah hijab yang cocok dengan peraturan yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan hadist, longgar dan tidak ketat.

Untuk itu, mulai kini mulailah memakai hijab yang mengikuti aturan yang sudah Allah SWT berikan. Berikut ini ialah beberapa teknik untuk memakai hijab syar’i.

  1. Gunakanlah jilbab yang panjang dan tebal (tidak tipis dan transparan),cocok dengan terdapat di dalam Al-Quran dan Hadist.
  2. Gunakanlah baju gamis atau baju yang longgar, tidak menggambarkan bentuk lekukan tubuh. Hal ini pun telah diterangkan di dalam Al-Quran dan Hadist.
  3. Hindari pemakaian hijab kepala yg seperti punuk unta. Hijab punuk unta ini ialah yang menampakkan rambutnya yang digelungkan ketika berhijab, atau memakai ciput yang serupa gulungan rambut.
  4. Gunakanlah kaos kaki, sebab telapak kaki tergolong ke dalam aurat pada wanita.
LULA DRESS – twotone cotton

Nah, kini sudah tahu khan tentang aturan pemakaian hijab dalam Islam? Bagi itu, mulai sekarang mari segera benahi diri kita untuk dapat menjadi individu yang semakin baik lagi. Di samping itu, andai kalian menggali fashion muslim yang syar’i, mameshijab.com dan IG mameshijab tepat sebagai pilihan. Menyediakan berbagai macam model hijab dan berbagai aksesoris hijab. Dan tentu saja semua produk original dan sesuai dengan syariat Islam. Mulai dari Gamis Syar’i, dewasa dan anak, baju muslim pria, mukena dan lain sebagainya. Semuanya dengan model up tu date dan harga yang sesuai dengan kualitas.

 

Keutamaan Berhijab Bagi Wanita Muslim

dok.kartika putri

Pada kaum Muslimah berhijab atau berjilbab akan mengindikasikan seorang muslimah bakal lebih terlihat cantik dan mempesona. Bagi wanita muslimah keutamaan berhijab perlu dipahami lebih dalam. Allah SWT pun telah memerintahkan untuk kaum perempuan agar memakai hijab yang baik sebagaimana firman Allah SWT yang tertulis dalam Al-Qur’an yang artinya :

“Dan katakanlah untuk wanita yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan merawat kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya”. ( Q. S. An-Nur : 31 ).

Berikut kini 8 keutamaan berhijab untuk Muslimah, mari kita simak bersama !

  1. Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dalam salah satu firman Allah, yang mewajibkan hanya taat kepada Allah SWT dan rasul-Nya. “ Dan tidaklah patut untuk laki-laki yang mukmin dan tidak pula untuk perempuan yang mukminah,bilamana Allah SWT dan rasul Nya telah memutuskan suatu ketetapan,akan ada untuk mereka opsi yang lain mengenai urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasulnya, maka bahwasannya dia sudah sesat dengan kesesatan yang nyata”. ( Q. S. Al-Ahzab : 36 ).

        2. Hijab Itu Adalah ‘Iffah ( Menahan Diri Dari Maksiat ) dan Kemuliaan

Allah SWT menjadikan wajib menggunakan hijab bagi kaum muslimah sebagai tanda ‘iffah (menahan diri dari maksiat).

         3. Hijab Itu Adalah Kesucian

Allah SWT menyifati hijab sebagai kesucian untuk hati orang-orang mukmin, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak menyaksikan maka hatipun tidak berhasrat. Pada ketika seperti ini, maka hati yang tidak menyaksikan akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat hal tersebut lebih nampak, sebab hijab tersebut menghancurkan kemauan orang-orang yang terdapat penyakit di dalam hatinya, Allah SWT berfirman: “Maka janganlah engkau tunduk dalam berkata sehingga berhasratlah orang yang terdapat penyakit dalam hatinya”. ( Q. S. Al-Ahzab : 32 ).

       4. Hijab Itu Adalah Pelindung

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT malu dan mengayomi/melindungi serta menyenangi rasa malu dan perlindungan”.

       5. Hijab Itu Adalah Ketaqwaan

Allah SWT juga telah berfirman: “Hai anak Adam, bahwasannya kami sudah menurunkan kepadamu pakaian guna menutupi auratmu dan pakaian elok untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik”. ( Q. S. Al-A’raf : 26 ).

6. Hijab Itu Adalah Keimanan

 Aisyah Radhiyallahu Anha meriwayatkan pada saat wanita-wanita dari Bani Tamim mendatangi dengan pakaian tipis, kemudian Beliau berbicara : “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka ketahuilah bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan andai kalian bukan perempuan beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu”.

      7. Hijab Itu Adalah Haya’ ( Rasa Malu )

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya masing-masing agama tersebut mempunyai akhlak, dan akhlak Islam itu ialah rasa malu “.

       8. Hijab Itu Adalah Rasa Cemburu

Hijab tersebut selaras dengan perasaan cemburu yang adalah fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandanga-pandangan khianat yang tertuju untuk istri dan anak wanitanya. Sudah banyak sekali peperangan terjadi pada masa jahiliyah dan masa Islam dampak cemburu atas seorang perempuan dan untuk mengawal kehormatannya.

Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu berbicara : “Sudah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu ? Sesungguhnya tidak ada kebajikan pada seseorang yang tidak mempunyai perasaan cemburu”.

“Jika anda berjilbab dan terdapat yang mempersoalkan akhlakmu, katakan untuk mereka bahwa antara jilbab dan akhlak ialah dua urusan yang berbeda. Mengenakan jilbab itu murni perintah Allah; wajib hukumnya bagi wanita muslim yang sudah baligh tidak pandang akhlaknya baik atau buruk. Pada sisi lain, akhlak ialah budi pekerti yang bergantung pada individu masing-masing. Jika seorang perempuan berjilbab mengerjakan dosa atau pelanggaran, hal tersebut bukan sebab jilbabnya, melainkan sebab akhlaknya. Yang berjilbab belum pasti berakhlak mulia, namun yang berakhlak mulia tentu berjilbab.”

Allah SWT dalam Al Qur’an Surat an-Nur ayat 31 sudah berfirman, yang artinya:

“Dan katakanlah untuk wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menjaga pandangannya, dan merawat kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…”

Dalam firman di atas, sudah jelas sesungguhnya Allah telah menyuruh kaum wanita mengenakan jilbab atau hijab. Maka telah selayaknya kaum perempuan taati perintah Allah SWT salah satunya dengan mengenakan hijab atau jilbab sesuai dengan aturan Islam.

Keutamaan Behijab atau mengenakan jilbab

Jilbab merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan untuk umat Islam, baik dari sisi nilai religius maupun kegunaan sebagai penutup aurat untuk Muslimah. Adapun keutamaan berhijab dalam mengenakan jilbab sudah sangat jelas diatur dalam firman Allah SWT surat Al Ahzab ayat 59 (yang artinya):

“Hai Nabi! Katakanlah untuk istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke semua tubuh mereka. Yang demikian tersebut supaya mereka lebih gampang untuk dikenal karena hal tersebut mereka tidak diganggu. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sesungguhnya firman di atas adalah bukti bahwa dalam hukum Islam, wanita sangatlah diperhatikan. Adanya perintah untuk perempuan guna mengenakan jilbab bukan bertujuan mengekang kemerdekaan namun sebagai pelindung supaya tidak tergelincir pada lumpur kemaksiatan.

Pada perkembangan jaman ini peradaban dunia ini sudah semakin bebas seolah-olah tanpa batasan. Dalam kondisi ini umat Islam penting sekali meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya model fashion yang jauh dari nilai-nilai Islami. Banyak perempuan muslim yang terjebak dalam arus modernisasi semakin tidak mengerti apa keutamaan berhijab bagi mereka. Berbagai fashion yang jauh dari bagian Islami ditawarkan untuk umat Islam. Dari model baju yang tersingkap memamerkan perhiasannya, model busana yang transparan, dan sampai model busana sempit yang menonjolkan sex appeal-nya. Kalupun busana muslim sekarang banyak sekali yang mengenakan jilbab bukan sekadar mematuhi perintah agama. Tetapi mengenakan jilbab atau berbusana musalim pun menjadi bagian gaya, modis, elegan, dan terlihat vulgar serta seksi. Padahal telah jelas bagaimana hukum Islam menata busana atau pakaian yang selayaknya digunakan oleh kaum wanita. Di sisi lain,urusan ini sudah dikabarkan sebelumnya oleh Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda :

“Ada dua kelompok dari warga neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang mempunyai cambuk laksana ekor sapi guna memukul manusia dan [2] semua wanita yang berpakaian namun telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka laksana punuk unta yang miring. Wanita seperti tersebut tidak bakal masuk surga dan tidak akan menghirup baunya, walaupun baunya tercium sekitar perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Cara Berjilbab atau Berhijab yang Baik dan Benar

  • Niat berjilbab Lillaahita’ala artinya hanya karena Allah SWT.
  • Jilbab atau hijab yang baik ialah yang dapat menutupi aurat perempuan dengan sempurna. Adapun yang tergolong aurat wanita ialah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
  • Memakai jilbab atau hijab yang tidak transparan.
  • Mengenakan jilbab atau hijab yang longgar dan tidak menunjukkan atau menggambarkan bentuk tubuh.
  • Hindarilah menggunakan model jilbab kepala yang menonjol menyerupai punuk unta.

Dalam uraian panjang dan detail tentang keutamaan berhijab di atas, semakin jelas bagaimana pentingnya berjilbab untuk wanita muslim. Berjilbab merupakan keharusan yang sudah Allah tetapkan bagi wanita muslim yang sudah baligh. Maka telah sepatutnya perempuan muslim mengenakan jilbab yang sejalan dengan aturan Islam.

Mengenakan jilbab bagi wanita muslim merupakan satu bentuk ketaatan perempuan muslim untuk Allah SWT.

Kelebihan Busana Hijab Syar’i Bagi Kaum Muslimah

Tampil cantik dan elegan bagi seorang perempuan bukan cuma dimiliki wanita dengan berpakaian serba tersingkap dan menunjukkan keseksiannya. Namun tampil dengan busana muslim yang ber hijab syar’i dan sopan malah akan memancarkan keindahan dan kecantikan luar biasa bagi seorang wanita muslimah. Dengan pakain yg syar’i akan terpancar keelokan dari luar dan dalam. Ini dapat dibuktikan dalam kehidupan keseharian bila seorang pria menyaksikan wanita berhijab dengan syar’i maka yang ada bakal terasa sejuk , menyaksikan keanggunan dan kesan kelambutan dari seorang wanita.

Menurut ajaran agama pun sudah diatur dan diterangkan sebagai berikut :

  1. Karena berbusana muslimah yang syar’i adalah ibadah syar’i yang wajib, mempunyai pahala yang besar. Pahala ini berawal ketika menggunakannya dan selesai dengan melepasnya.
  2. Perlu Kaum Muslimah ketahui, bahwa Kaum Muslimah senantiasa berada dalam suasana ibadah apabila:
  3. Kaum Muslimah tetap sedang di dalam lokasi tinggal dan tidak terbit darinya kecuali untuk sebuah kepentingan.
  4. Atau bilamana Kaum Muslimah terbit rumah demi satu kepentingan dan Kaum Muslimahtidak jarang kali menjauhi tempat-tempat berkumpul kaum pria.
  5. Atau bilamana Kaum Muslimah melalui kaum pria tetapi Kamu Muslimah tetap dalam suasana berhijab, sebab saat tersebut Kaum Muslimah sudah mematuhi perintah Allah swt . Dia berfirman: “Dan hendaklah kalian diam di lokasi tinggal kalian dan janganlah kalian bertabarruj laksana orang-orang jahiliyyah yang kesatu.” (QS. Al-Ahzab 33).
  6. Karena memakai hijab syar’i adalah salah satu jihad fi sabilillah,terutama pada zaman ini di mana musuh-musuh Islam berjuang untuk memerangi hijab muslimah ini supaya mereka menguasai umat ini.
  7. Menggunakan hijab syar’i dapat mengawal seorang muslimah dari sekian banyak kejahatan. Pandangan hasad, kesurupan, kenakalan Jin dan Manusia, hingga mereka segan keada Kaum Muslimah. Allah  berfirman: “Karena (dengan hijab Syar’I itu) mereka bakal lebih dikenal maka mereka tidak dianiaya.” Dikenal sebagai perempuan yang mengawal kehormatannya,perempuan yang terhormat dan jauh dari keraguan. Sehingga orang-orang yang sakit hatinya tidak berjuang menggodanya.
  8. Karena memakai hijab syar’i sebagai tanda kebesaran seorang wanita, dan kekuatan agama dan akalnya serta menandakan jauhnya dari sekian banyak keraguan. Dan berikut sifat terpenting yang diharapkan oleh seoranglelaki yang menggali pendamping hidup.
  9. Pahala orang yang mengekor jejak tahapan Kaum Muslimah dalam berhijab dari wanita-wanita beda yang sebelumnya meremehkan hal hijab. Rosulullah SAWA bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan untuk suatu kebajikan maka baginya pahala orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim). “Barang siapa yang menyeru untuk petunjuk, pahalanya laksana pahala orang yang mengikutinya tanpa meminimalisir pahala mereka sedikitpun juga.” (HR. Muslim).
  10. Mengunakan hijab ialah jalan mengarah ke keselamatan dari sekian banyak kejelekan yang semestinya menimpa Kaum Muslimah, laksana tabarruj, gaul dan selamatnya orang lain sebab Kaum Muslimah.
  11. Dengan memakai hijab berarti Kaum Muslimah sudah berda’wah untuk Dienul Islam, sebab dengan menyaksikan hijab muslimah insan tergugah untukmemahami lebih mendalam mengenai Dienul Islam, Maka Kaum Muslimah ialah seorang juru da’wah.
  12. Menggunakan hijab muslimah ialah sebab bersihnya hati. Allah  berfirman: “Hal tersebut lebih bersih untuk hati kalian dan hati mereka.”
  13. Dengan menggunakan hijab muslimah Kaum Muslimah bakal mendapatkan sabar di atas perintah Allah S.w.t sebab kesulitan-kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Allah berfirman: “Dan adapun orang yang takut akan ===Robbnya =====” (QS.====)

SIFAT HIJAB SYAR’I BAGI WANITA MUSLIMAH

Apakah Kaum Muslimah tahu sifat hijab syar’i (pakaian muslimah yang disyari’atkan) ?

  1. Menutup semua tubuh.
  2. Tidak berbentuk pakaian hias atau berisi perhiasan laksana gambar-gambar, accessories dan tulisan-tulisan
  3. Tebal tidak tembus pandang, sampai-sampai tidak menampakkan apa yangterdapat di balik pakaian tersebut.
  4. Lebar dan longgar tidak ketat, sampai-sampai tidak menampakkan bagian-bagian anggota tubuh.
  5. Tidak serupa pakaian lelaki dan pakaian wanita-wanita kafir.
  6. Tidak berparfum dan berwangi-wangian bilamana hendak melewati kaum pria.

Demikian hai para Wanita Muslimah, setelah mengetahuai betapa banyak kelebihan busana hijab syar’i, baik secara duniawi maupun untuk menyongsong kehidupan abadi nanti. Semoga tidak ada keraguan lagi untuk berhijrah dan menutup semua aurat dengan busana yang  sesuai syari’at Islam.

ARTIKEL

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!